Sabtu, 12 November 2011

Jaminan Persalinan, Upaya Terobosan Kementerian Kesehatan dalam Percepatan Pencapaian Target MDGs

Pembangunan kesehatan saat ini telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat. Pada periode 2004 sampai dengan 2007 terjadi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dari 307 per 100.000 kelahiran hidup menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) dari 35 per 1000 kelahiran hidup menjadi 34 per 1000 kelahiran hidup. Namun demikian keberhasilan tersebut masih perlu terus ditingkatkan, mengingat AKI dan AKB di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.

Target RPJMN Tahun 2010-2014 mengamanatkan agar AKI dapat diturunkan menjadi 118 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2014. Selain itu, kesepakatan global Millennium Development Goals (MDGs) menargetkan AKI di Indonesia dapat diturunkan menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015.

Upaya penurunan AKI harus difokuskan pada penyebab langsung kematian ibu, yang terjadi 90% pada saat persalinan dan segera setelah pesalinan, yaitu perdarahan (28%), eklamsia (24%), infeksi (11%), komplikasi pueperium 8%, partus macet 5%, abortus 5%, trauma obstetrik 5%, emboli 3%, dan lain-lain 11% (SKRT 2001).

Kematian ibu juga masih banyak diakibatkan faktor resiko tidak langsung berupa keterlambatan (Tiga Terlambat), yaitu terlambat mengambil keputusan dan mengenali tanda bahaya, terlambat dirujuk, dan terlambat mendapat penanganan medis. Salah satu upaya pencegahannya adalah melakukan persalinan yang ditolong  oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurut hasil Riskesdas 2010, persalinan oleh tenaga kesehatan pada kelompok sasaran miskin (Quintil 1) baru mencapai sekitar 69,3%. Sedangkan persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan baru mencapai 55,4%. Keadaan seperti ini banyak terjadi disebabkan kendala biaya sehingga diperlukan kebijakan terobosan untuk meningkatkan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. Dalam upaya menjamin akses pelayanan  persalinan yang dilakukan oleh dokter atau bidan dalam rangka menurunkan AKI dan AKB, maka pada tahun 2011 Kementerian Kesehatan meluncurkan upaya terobosan berupa Jaminan Persalinan (Jampersal).

Jampersal dimaksudkan untuk menghilangkan hambatan finansial bagi ibu hamil untuk mendapatkan jaminan persalinan, yang di dalamnya termasuk pemeriksaan kehamilan, pelayanan nifas termasuk KB pasca persalinan, dan pelayanan bayi baru lahir. Dengan demikian, kehadiran Jampersal diharapkan dapat mengurangi terjadinya Tiga Terlambat tersebut sehingga dapat mengakselerasi tujuan pencapaian MDGs, khususnya MDGs 4 dan 5.(http://www.kesehatanibu.depkes.go.id/archives/99)

Kamis, 15 September 2011

SEKITAR KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK



OLEH : Drg. SITI ROFIAH


I.            PENDAHULUAN
Angka penyakit gigi pada anak di Indonesia sangat tinggi sekali (menurut survei kesehatan) Gigi dan mulut thn 2001 sebesar 72 %. Padahal kondisi mulut dan gigi yang sehat sangat penting pada masa anak-anak. Seperti kita ketahui mulut adalah pintu masuk utama zat-zat makanan. Mulut dan gigi juga berfungsi sebagai alat mengecap, mengunyah makanan dan  berbicara serta estetis/keindahan. Apabila fungsinya tergannggu maka terjadi pula gangguan proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Perkembangan gigi anak mulai diperhatikn sejak dalam kandungan.
Berikut pertanyaan-pertanyaan menyangkut masalah pentingnya kesehatan gigi:
1.           Mengapa  perkembangan gigi anak harus diperhatikan sejak masa kehamilan?
Pada kehamilan 4 bulan benih gigi pada janin sudah terbentuk. Dimana janin menyerap kalsium dan fosfat dari si Ibu. Zat mineral inilah yang dibutuhkan untuk pembentukan gigi sehingga ibu selama hamil membutuhkan gizi yang cukup serta menjaga kesehatannya.
Ada beberapa keadaan pada ibu hamil yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan gigi yaitu ibu hamil terkena infeksi, meminum obat-obatan seperti Antibiotic, Tetrasiklin, terkena sinar x, sehingga si ibu bila berobat harus memberitahukan kehamilannya. Menurut penelitian juga kelahiran premature dan berat bayi lahir rendah (BBLR) pertumbuhan gigi lebih lambat.

2.           Bagaimana urutan pertumbuhan gigi pada anak?
Gigi susu mulai muncul pada kisaran usia 6 bulan sampai 30 bulan. Biasanya 2 gigi depan bawah yang pertama tumbuh diikuti 2 gigi depan atas. Setelah itu gigi sampingnya muncul, kadang gigi 2 gigi kiri dan kanan sekaligus. Gigi selanjutnya gigi geraham pertama, lalu gigi taring dan terkhir gigi geraham kedua muncul dirongga mulut anak sehingga berjumlah 20 bh. Gigi susu ini harus bertahan lama karena biasanya umur 6 samapi 12 tahun gigi susu ini mulai bertanggalan sesuai urutan tumbuhanya dan digantikan dengan gigi tetap yang nantinya berjumlah 32 bh.

3.     Kadang ada bayi umur 8 bulan bahkan 1 tahun belum juga tumbuh gigi, apa penyebabnya? Apakah berbahaya?
Tumbuhnya gigi dirongga mulut memang dipengaruhi oleh banyak hal antara lain riwayat kehamilan, riwayat kelahiran seperti yang dijelaskan tadi, riwayat kesehatan bayi dan nutrisi/status gizinya, tapi rentang 6 -18 bulan masih dianggap normal bila sudah lewat 18 bulan belum ada tanda tumbuh gigi maka harus diwaspadai dengan memeriksakan sianak.

4.     Mengapa menjaga gigi susu agar sehat itu penting?
Kadang ibu merasa sepele dengan kesehatan gigi pada sianak karena beranggapan masih gigi susu. Gigi susu yang sehat pada anak memberi peluang besar untuk memiliki mulut sehat dan gigi yang kuat.
Ada beberapa alasan utama:
-         Dengan gigi yang sehat akan memakan makanan dengan baik. Dimana kita tahu anak membutuhkan nutrisi makanan yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan yang baik.
-         Mempertahankan ruang untuk tempat gigi tetap penggantinya tumbuh. Apabla gigi susu cepat rusak dan tanggal sebelum waktunya sehingga gigi yang ada akan bergeser ke tempat yang kosong mengakibatkan tempat tumbuh gigi tetapnya sempit yang menimbulkan tumbuh gigi tetapnya bedesakan/crowded. Sehingga hal ini juga mengakibatkan masalah kesehatan giginya hingga dewasa nanti.
-         Sebagai menuntun/membimbing gigi tetapnya untuk tumbuh. Dimana gigi tetap tumbuh dengan mendorong akar gigi susu sehingga resobsi dan menjadi goyang.

5.     Apa yang menyebabkan gigi  busuk pada anak?
     Masalah utama gigi pada anak adalah gigi berlubang/karies. Gigi berlubang adalah proses pembusukan gigi yang menimbulkan lubang pada gigi. Penyebab utamanya adalan plak. Bahan lengket alamiah  yang terus menerus menempel digigi. Plak tebentuk dengan adanya air ludah, sisa makanan dan aneka  kuman/bakteri. Apabila bakteri ini bersentuhan dengan makanan mengandung gula, dalam hitungan detik asam akan terbentuk. Asam inilah yang menyerang email gigi, dan jika dibiarkan dengan malas gosok gigi sehingga asam itu akhirnya menciptakan lubang. Plak yang terus dibiarkan akan mengeras dalam waktu 2-12 hari sehingga membentuk kalkulus atau karang gigi. Apabila sudah terdapat gigi yang sudah berlubang dan karang gigi maka dibutuhkan penanganan Dokter Gigi. Karies yang biasa pada anak yaitu rampan karies yaitu karies yang disebabkan minum susu botol. Dimana dengan anak yang menghisap lama pada botolnya sewaktu mau tidur sehingga susu lama tergenang didaerah gigi depan atasnya dan mengakibatkan gigi 6 gigi depan atasnya habis.
6.     Bagamana cara mencegah pembususkan gigi pada anak?
a.    Cara paling sederhana untuk mencegah pembusukan adalah dengan menetapkan  kegiatan rutin menyikat gigi dua kali sehari yaitu  pada pagi setelah makan dan malam sebelum tidur. Tujuannya adalah menghilangkan plak. Karena plak tidak akan hilang dengan air saja tapi harus disikat. Kebiasaan membersihkan gigi harus dimulai sejak dini. Sewaktu bayi sejak gigi pertamanya tumbuh harus dibiasakan dibersihkan, bisa dengan kain lampin yg sudah dibasahi untuk membersihkan rongga mulutnya sehabis menyusui sehingga sibayi terbiasa dengan benda asing menyentuh mulutnya. Atau sikat untuk bayi. Sedangkan pada anak balita (1-3th) biasa disikat dengan sikat yang lembut dan kecil. Pemberian odol cukup hanya sekilas karena anak belum bisa kumur-kumur. atau tidak usah sampai sianak mampu kumur-kumur. yang paling penting adalah melihat kita menggosok gigi merupakan cara paling efektif untuk mendorong anak meniru kita. Pilihlah bulu sikat yang lembut dan kecil sesuai ukuran rahang anak dan menyikatkan yang lembut pada anak sehingga tidak menimbulkan trauma pada cara menyikat giginya.


b.    Pola makan yang baik: Kuncinya adalah menjalankan waktu makan tiga kali secara teratur untuk menghindari makanan kecil dalam keseharian sianak. Kadang sulit tidak memberikan selingan makanan apalagi untuk balita dipastikan makan itu tidak menghancurkan giginya misalnya: Buah, roti, tidak makan permen, coklat atau kue yang mengandung gula sukrosa yang cenderung mudah larut didalam mulut. Cobalah tidak cepat memperkenalkan permen dan coklat pada anak.
c.     Mewaspadai minuman Yang Manis
d.    Fluorida
e.     Mengunjungi Dokter Gigi secara rutin  

Selasa, 19 Juli 2011

Puasa dan Kesehatan Tubuh


Kesehatan merupakan nikmat yang tidak dapat dinilai dengan harta benda. Untuk menjaga kesehatan, tubuh perlu diberikan kesempatan untuk istirahat. Puasa, yang mensyaratkan untuk tidak makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
Puasa dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan gizi atau overnutrisi mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes mellitus), dan lain-lain.
Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek kesehatan, diantaranya yaitu :
  • Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan,
    Pada hari-hari ketika tidak sedang berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras, oleh karena itu sudah sepantasnya alat pencernaan diberi istirahat.
  • Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Dengan puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan karsinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.
  • Menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk menangkal serangan penyakit sehingga dengan penambahan sel darah putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh,
  • Memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh,
  • Meningkatkan fungsi organ tubuh
Disunahkan agar berbuka puasa diawali dengan makan buah kurma, atau dengan buah-buahan dan minuman yang manis seperti madu. Ajaran ini mengandung makna kesehatan karena buah-buahan dan minuman yang manis merupakan bahan bakar siap pakai yang dapat segera diserap oleh tubuh untuk memulihkan tenaga setelah seharian tubuh tidak disuplai oleh makanan dan minuman. Glukosa yang terkandung di dalam buah-buahan dan minuman yang manis merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh. Glukosa efektif dibutuhkan ketika tubuh memerlukan masukan energi yang diperlukannya.
Anjuran sahur bukan semata-mata untuk mendapatkan tenaga yang prima selama menunaikan ibadah puasa, melainkan juga mengandung makna bahwa puasa perlu persiapan agar selama berpuasa produktivitas kerja dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Pada waktu buka puasa dan sahur suplai gizi perlu diusahakan memenuhi unsur-unsur yang dibutuhkan tubuh, meliputi enam jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Pentingnya keseimbangan gizi sering kurang disadari karena hasilnya tidak terlihat langsung. Seseorang yang kekurangan zat gizi tertentu sama bahayanya dengan mereka yang kelebihan gizi tertentu. Makan yang seimbang baik dalam porsi maupun gizi akan mempengaruhi susunan saraf pusat dan kondisi biokimia tubuh. Makan yang seimbang adalah makan yang tidak kekurangan tetapi juga tidak berlebihan, yang disesuaikan dengan usia, kualitas dan kuantitas gerak serta kondisi tubuh.
 
Beberapa penelitian mencoba menghubungkan efek puasa terhadap beberapa penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup seperti tekanan darah tinggi /hipertensi , kholesterol, penyakit kencing manis / diabetes, dan kegemukan / obesitas. Hasilnya memang puasa memberikan pengaruh yang positif terhadap kesehatan. Beberapa aspek tersebut antara lain:
  1. Memberikan kesempatan istirahat terhadapa saluran pencernaan khususnya lambung.         Di waktu berpuasa, lambung dan sistem pencernaan lainnya akan istirahat selama lebih kurang 12 sampai 14 jam, selama lebih kurang satu bulan. Jangka waktu ini cukup mengurangi beban kerja lambung dari makanan yang bertumpuk dan berlebihan.Sehingga manfaat puasa bisa dirasakan bagi penderita sakit lambung (maag) yang bersifat fungsional karena pengaturan pola makan dan faktor stressor.
  2.  Puasa juga merupakan kesempatan menurunkan berat badan bagi yang kelebihan.               Caranya tidak makan berlebihan pada waktu buka, sehabis buka dan sewaktu sahur. Menu tersebut diperkirakan cukup dalam 12 jam. Adapun sisa 2 jam diperoleh dari cadangan gula yang disimpan di hati, lemak dan otot.Jadi lemak yang tertimbun di tubuh bisa digerakan untuk dibakar menjadi energi yang bermanfaat.
  3. Bagi penderita hipertensi/ tekanan darah tinggi, tekanan darah dapat turun,                             jika selama berbuka hingga sahur taat dalam memilih menu makanan dan tidak lupa minum obat anti hipertensi pada waktu sahur. Kesempatan makan makanan yang asin dan berlemak pada siang hari juga tidak ada selama berpuasa.
  4.  Puasa juga bisa meningkatan daya tahan tubuh tahan ( imun) tubuh. Pada saat puasa beberapa organ tubuh dapat istirahat sehingga metabolisme tubuh juga berkurang. Metabolisme tubuh itu hasil sampingannya adalah sampah yang harus dibuang. Dengan berkurannya sampah di tubuh, berarti mengurangi radikal bebas yang merugikan. Dan tentunya akan meningkatkan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh.
  5. Berpuasa mencegah penyakit yang disebabkan oleh pola makan.                                  Beberapa penyakit seperti kelebihan lemak tubuh, tekanan darah tinggi dan penyakit pembuluh darah lainnya. Dengan berpuasa berarti membatasi penderita untuk mengurangi beberapa makanan dan minuman yang merupakan pantangan penyakitnya. Dengan begitu akan lebih mudah mengendalikana penyakit tersebut. 
Terlebih apabila saat berpuasa biasanya cenderung memilih makanan yang mengandung zat gizi seimbang. Jadi kesehatan memang mahal harganya. 
Untuk menjaga kesehatan tubuh, maka ia perlu diberi istirahat. Dengan berpuasa akan membantu     menjaga kesehatan tubuh.