Kamis, 15 September 2011

SEKITAR KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK



OLEH : Drg. SITI ROFIAH


I.            PENDAHULUAN
Angka penyakit gigi pada anak di Indonesia sangat tinggi sekali (menurut survei kesehatan) Gigi dan mulut thn 2001 sebesar 72 %. Padahal kondisi mulut dan gigi yang sehat sangat penting pada masa anak-anak. Seperti kita ketahui mulut adalah pintu masuk utama zat-zat makanan. Mulut dan gigi juga berfungsi sebagai alat mengecap, mengunyah makanan dan  berbicara serta estetis/keindahan. Apabila fungsinya tergannggu maka terjadi pula gangguan proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Perkembangan gigi anak mulai diperhatikn sejak dalam kandungan.
Berikut pertanyaan-pertanyaan menyangkut masalah pentingnya kesehatan gigi:
1.           Mengapa  perkembangan gigi anak harus diperhatikan sejak masa kehamilan?
Pada kehamilan 4 bulan benih gigi pada janin sudah terbentuk. Dimana janin menyerap kalsium dan fosfat dari si Ibu. Zat mineral inilah yang dibutuhkan untuk pembentukan gigi sehingga ibu selama hamil membutuhkan gizi yang cukup serta menjaga kesehatannya.
Ada beberapa keadaan pada ibu hamil yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan gigi yaitu ibu hamil terkena infeksi, meminum obat-obatan seperti Antibiotic, Tetrasiklin, terkena sinar x, sehingga si ibu bila berobat harus memberitahukan kehamilannya. Menurut penelitian juga kelahiran premature dan berat bayi lahir rendah (BBLR) pertumbuhan gigi lebih lambat.

2.           Bagaimana urutan pertumbuhan gigi pada anak?
Gigi susu mulai muncul pada kisaran usia 6 bulan sampai 30 bulan. Biasanya 2 gigi depan bawah yang pertama tumbuh diikuti 2 gigi depan atas. Setelah itu gigi sampingnya muncul, kadang gigi 2 gigi kiri dan kanan sekaligus. Gigi selanjutnya gigi geraham pertama, lalu gigi taring dan terkhir gigi geraham kedua muncul dirongga mulut anak sehingga berjumlah 20 bh. Gigi susu ini harus bertahan lama karena biasanya umur 6 samapi 12 tahun gigi susu ini mulai bertanggalan sesuai urutan tumbuhanya dan digantikan dengan gigi tetap yang nantinya berjumlah 32 bh.

3.     Kadang ada bayi umur 8 bulan bahkan 1 tahun belum juga tumbuh gigi, apa penyebabnya? Apakah berbahaya?
Tumbuhnya gigi dirongga mulut memang dipengaruhi oleh banyak hal antara lain riwayat kehamilan, riwayat kelahiran seperti yang dijelaskan tadi, riwayat kesehatan bayi dan nutrisi/status gizinya, tapi rentang 6 -18 bulan masih dianggap normal bila sudah lewat 18 bulan belum ada tanda tumbuh gigi maka harus diwaspadai dengan memeriksakan sianak.

4.     Mengapa menjaga gigi susu agar sehat itu penting?
Kadang ibu merasa sepele dengan kesehatan gigi pada sianak karena beranggapan masih gigi susu. Gigi susu yang sehat pada anak memberi peluang besar untuk memiliki mulut sehat dan gigi yang kuat.
Ada beberapa alasan utama:
-         Dengan gigi yang sehat akan memakan makanan dengan baik. Dimana kita tahu anak membutuhkan nutrisi makanan yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan yang baik.
-         Mempertahankan ruang untuk tempat gigi tetap penggantinya tumbuh. Apabla gigi susu cepat rusak dan tanggal sebelum waktunya sehingga gigi yang ada akan bergeser ke tempat yang kosong mengakibatkan tempat tumbuh gigi tetapnya sempit yang menimbulkan tumbuh gigi tetapnya bedesakan/crowded. Sehingga hal ini juga mengakibatkan masalah kesehatan giginya hingga dewasa nanti.
-         Sebagai menuntun/membimbing gigi tetapnya untuk tumbuh. Dimana gigi tetap tumbuh dengan mendorong akar gigi susu sehingga resobsi dan menjadi goyang.

5.     Apa yang menyebabkan gigi  busuk pada anak?
     Masalah utama gigi pada anak adalah gigi berlubang/karies. Gigi berlubang adalah proses pembusukan gigi yang menimbulkan lubang pada gigi. Penyebab utamanya adalan plak. Bahan lengket alamiah  yang terus menerus menempel digigi. Plak tebentuk dengan adanya air ludah, sisa makanan dan aneka  kuman/bakteri. Apabila bakteri ini bersentuhan dengan makanan mengandung gula, dalam hitungan detik asam akan terbentuk. Asam inilah yang menyerang email gigi, dan jika dibiarkan dengan malas gosok gigi sehingga asam itu akhirnya menciptakan lubang. Plak yang terus dibiarkan akan mengeras dalam waktu 2-12 hari sehingga membentuk kalkulus atau karang gigi. Apabila sudah terdapat gigi yang sudah berlubang dan karang gigi maka dibutuhkan penanganan Dokter Gigi. Karies yang biasa pada anak yaitu rampan karies yaitu karies yang disebabkan minum susu botol. Dimana dengan anak yang menghisap lama pada botolnya sewaktu mau tidur sehingga susu lama tergenang didaerah gigi depan atasnya dan mengakibatkan gigi 6 gigi depan atasnya habis.
6.     Bagamana cara mencegah pembususkan gigi pada anak?
a.    Cara paling sederhana untuk mencegah pembusukan adalah dengan menetapkan  kegiatan rutin menyikat gigi dua kali sehari yaitu  pada pagi setelah makan dan malam sebelum tidur. Tujuannya adalah menghilangkan plak. Karena plak tidak akan hilang dengan air saja tapi harus disikat. Kebiasaan membersihkan gigi harus dimulai sejak dini. Sewaktu bayi sejak gigi pertamanya tumbuh harus dibiasakan dibersihkan, bisa dengan kain lampin yg sudah dibasahi untuk membersihkan rongga mulutnya sehabis menyusui sehingga sibayi terbiasa dengan benda asing menyentuh mulutnya. Atau sikat untuk bayi. Sedangkan pada anak balita (1-3th) biasa disikat dengan sikat yang lembut dan kecil. Pemberian odol cukup hanya sekilas karena anak belum bisa kumur-kumur. atau tidak usah sampai sianak mampu kumur-kumur. yang paling penting adalah melihat kita menggosok gigi merupakan cara paling efektif untuk mendorong anak meniru kita. Pilihlah bulu sikat yang lembut dan kecil sesuai ukuran rahang anak dan menyikatkan yang lembut pada anak sehingga tidak menimbulkan trauma pada cara menyikat giginya.


b.    Pola makan yang baik: Kuncinya adalah menjalankan waktu makan tiga kali secara teratur untuk menghindari makanan kecil dalam keseharian sianak. Kadang sulit tidak memberikan selingan makanan apalagi untuk balita dipastikan makan itu tidak menghancurkan giginya misalnya: Buah, roti, tidak makan permen, coklat atau kue yang mengandung gula sukrosa yang cenderung mudah larut didalam mulut. Cobalah tidak cepat memperkenalkan permen dan coklat pada anak.
c.     Mewaspadai minuman Yang Manis
d.    Fluorida
e.     Mengunjungi Dokter Gigi secara rutin  

Selasa, 19 Juli 2011

Puasa dan Kesehatan Tubuh


Kesehatan merupakan nikmat yang tidak dapat dinilai dengan harta benda. Untuk menjaga kesehatan, tubuh perlu diberikan kesempatan untuk istirahat. Puasa, yang mensyaratkan untuk tidak makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
Puasa dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan gizi atau overnutrisi mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes mellitus), dan lain-lain.
Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek kesehatan, diantaranya yaitu :
  • Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan,
    Pada hari-hari ketika tidak sedang berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras, oleh karena itu sudah sepantasnya alat pencernaan diberi istirahat.
  • Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Dengan puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan karsinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.
  • Menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk menangkal serangan penyakit sehingga dengan penambahan sel darah putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh,
  • Memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh,
  • Meningkatkan fungsi organ tubuh
Disunahkan agar berbuka puasa diawali dengan makan buah kurma, atau dengan buah-buahan dan minuman yang manis seperti madu. Ajaran ini mengandung makna kesehatan karena buah-buahan dan minuman yang manis merupakan bahan bakar siap pakai yang dapat segera diserap oleh tubuh untuk memulihkan tenaga setelah seharian tubuh tidak disuplai oleh makanan dan minuman. Glukosa yang terkandung di dalam buah-buahan dan minuman yang manis merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh. Glukosa efektif dibutuhkan ketika tubuh memerlukan masukan energi yang diperlukannya.
Anjuran sahur bukan semata-mata untuk mendapatkan tenaga yang prima selama menunaikan ibadah puasa, melainkan juga mengandung makna bahwa puasa perlu persiapan agar selama berpuasa produktivitas kerja dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Pada waktu buka puasa dan sahur suplai gizi perlu diusahakan memenuhi unsur-unsur yang dibutuhkan tubuh, meliputi enam jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Pentingnya keseimbangan gizi sering kurang disadari karena hasilnya tidak terlihat langsung. Seseorang yang kekurangan zat gizi tertentu sama bahayanya dengan mereka yang kelebihan gizi tertentu. Makan yang seimbang baik dalam porsi maupun gizi akan mempengaruhi susunan saraf pusat dan kondisi biokimia tubuh. Makan yang seimbang adalah makan yang tidak kekurangan tetapi juga tidak berlebihan, yang disesuaikan dengan usia, kualitas dan kuantitas gerak serta kondisi tubuh.
 
Beberapa penelitian mencoba menghubungkan efek puasa terhadap beberapa penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup seperti tekanan darah tinggi /hipertensi , kholesterol, penyakit kencing manis / diabetes, dan kegemukan / obesitas. Hasilnya memang puasa memberikan pengaruh yang positif terhadap kesehatan. Beberapa aspek tersebut antara lain:
  1. Memberikan kesempatan istirahat terhadapa saluran pencernaan khususnya lambung.         Di waktu berpuasa, lambung dan sistem pencernaan lainnya akan istirahat selama lebih kurang 12 sampai 14 jam, selama lebih kurang satu bulan. Jangka waktu ini cukup mengurangi beban kerja lambung dari makanan yang bertumpuk dan berlebihan.Sehingga manfaat puasa bisa dirasakan bagi penderita sakit lambung (maag) yang bersifat fungsional karena pengaturan pola makan dan faktor stressor.
  2.  Puasa juga merupakan kesempatan menurunkan berat badan bagi yang kelebihan.               Caranya tidak makan berlebihan pada waktu buka, sehabis buka dan sewaktu sahur. Menu tersebut diperkirakan cukup dalam 12 jam. Adapun sisa 2 jam diperoleh dari cadangan gula yang disimpan di hati, lemak dan otot.Jadi lemak yang tertimbun di tubuh bisa digerakan untuk dibakar menjadi energi yang bermanfaat.
  3. Bagi penderita hipertensi/ tekanan darah tinggi, tekanan darah dapat turun,                             jika selama berbuka hingga sahur taat dalam memilih menu makanan dan tidak lupa minum obat anti hipertensi pada waktu sahur. Kesempatan makan makanan yang asin dan berlemak pada siang hari juga tidak ada selama berpuasa.
  4.  Puasa juga bisa meningkatan daya tahan tubuh tahan ( imun) tubuh. Pada saat puasa beberapa organ tubuh dapat istirahat sehingga metabolisme tubuh juga berkurang. Metabolisme tubuh itu hasil sampingannya adalah sampah yang harus dibuang. Dengan berkurannya sampah di tubuh, berarti mengurangi radikal bebas yang merugikan. Dan tentunya akan meningkatkan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh.
  5. Berpuasa mencegah penyakit yang disebabkan oleh pola makan.                                  Beberapa penyakit seperti kelebihan lemak tubuh, tekanan darah tinggi dan penyakit pembuluh darah lainnya. Dengan berpuasa berarti membatasi penderita untuk mengurangi beberapa makanan dan minuman yang merupakan pantangan penyakitnya. Dengan begitu akan lebih mudah mengendalikana penyakit tersebut. 
Terlebih apabila saat berpuasa biasanya cenderung memilih makanan yang mengandung zat gizi seimbang. Jadi kesehatan memang mahal harganya. 
Untuk menjaga kesehatan tubuh, maka ia perlu diberi istirahat. Dengan berpuasa akan membantu     menjaga kesehatan tubuh.

Selasa, 28 Juni 2011

Promosi dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM)

Kebijakan Nasional Penanggulangan PTM
Kerangka konsep pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular didasari oleh kerangka dasar blum, bahwa derajat kesehatan dipengaruhi oleh faktor keturunan, lingkungan, perilaku dan pelayanan kesehatan. Kebijakan Pencegahan dan penanggulangan PTM ini ditujukan pada penyakit-penyakit yang mempunyai faktor resiko yang sama yaitu : jantung, stroke, hipertensi, diabetes militus, penyumbatan saluran napas kronis.

Tujuan
Memacu kemandirian masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan PTM untuk nmenurunkan kejadian penyakit tidak menular (PTM) dan meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat yang berada di semua tatanan.

Bagaimana caranya ?
Dengan cara menghilangkan atau mengurangi faktor resiko PTM dan memperhatikan faktor lain yang dapat mempengaruhi kesehatan. Departemen kesehatan, melalui Pusat promosi kesehatan memfokuskan pada :
  • Meningkatkan upaya kesehatan melalui promotif dan preventif baik Pusat maupun Propinsi dan Kabupaten.
  • Melakukan intervensi secara terpadu pada 3 faktor resiko yang utama yaitu : rokok, aktifitas fisik dan diet seimbang.
  • Melakukan jejaring pencegahan dan penanggulangan PTM.
  • Mencoba mempersiapkan strategi penanganan secara nasional dan daerah terhadap diet, aktivitas fisik, dan rokok.
  • Mengembangkan System Surveilans Perilaku Beresiko Terpadu (SSPBT) PTM.
  • Kampanye pencegahan dan penanggulangan PTM tingkat nasional maupun local spesifik.
Untuk di masa datang upaya pencegahan PTM akan sangat penting karena hal ini dipengaruhi oleh 3 faktor utama yaitu dokok, diet seimbang dan aktivitas fisik. Pencegahan PTM perlu didukung oleh para semua pihak terutama para penentu kebijakan baik nasional maupun local. Tanpa itu semua akan menjadi sia-sia saja.

Sasaran
  • Penentu kebijakan baik di pusat maupun di daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota).
  • Penentu kebijakan pada sektor terkait baik di Pusat dan daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota).
  • Organisasi profesi yang ada.
  • Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sektor Swasta serta Masyarakat.
Landasan Hukum
Promosi dan Pencegahan PTM tentunya mengacu pada landasan hukum yang sudah ada secara Nasional yaitu :
  • Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan.
  • Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah.
  • Undang-undang Nomor 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah Pusat dan Daerah.
  • Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1277/Menkes/SK/XI/2001 tentang Struktur Organisasi dan tatalaksana Departemen Kesehatan RI.
  • Program Pembangunan Nasional (PROPENAS)
  • Sistem Kesehatan Nasional.
  • Surat Keputusan menteri Kesehatan tahun 1999 tentang Rencana Pembangunan Kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010 Depkes RI tahun 1999.
  • Global Strategy for The Prevention and Control of Non Communicable Diseasses (WHA 53 tahun 2000).
  • Megacountry Health Promotion Network Initiatives (Geneva, Desember 2002).
Kebijakan
Promosi dan pencegahan PTM dilakukan pada seluruh fase kehidupan, melalui pemberdayaan berbagai komponen di masyarakat seperti organisasi profesi, LSM, media Massa, dunia usaha/swasta.

Upaya promosi dan pencegahan PTM tersebut ditekankan pada masyarakat yang masih sehat (well being) dan masyarakat yang beresiko (at risk) dengan tidak melupakan masyarakat yang berpenyakit (deseased population) dan masyarakat yang menderita kecacatan dan memerlukan rehabilitasi (Rehabilitated population).
  • Penanggulangan PTM PTM mengutamakan pencegahan timbulnya faktor resiko utama dengan meningkatkan aktivitas fisik, menu makanan seimbang dan tidak merokok.
  • Promosi dan pencegahan PTM juga dikembangkan melalui upaya-upaya yang mendorong/memfasilitasi diterbitkannya kebijakan public yang mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan PTM.
  • Promosi dan Pencegahan PTM dilakukan melaui pengembangan kemitraan antara pemerintah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi termasuk dunia usaha dan swasta.
  • Promosi dan pencegahan PTM merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam semua pelayanan kesehatan yang terkait dengan penanggulangan PTM.
  • Promosi dan pencegahan PTM perlu didukung oleh tenaga profesional melalui peningkatan kemampuan secara terus menerus (capacity building).
  • Promosi dan pencegahan PTM dikembangkan dengan menggunakan teknologi tepat guna sesuai dengan masalah, potensi dan social budaya untuk meningkatkan efektifitas intervensi yang dilakukan di bidang penanggulangan PTM.
Strategi
Sasaran Promosi dan pencegahan PTM secara operasional di lakukan pada beberapa tatanan (Rumah tangga, Tempat kerja, tempat pelayanan kesehatan, tempat sekolah, tempat umum, dll) Area yang menjadi perhatian adalah Diet seimbang, Merokok, Aktivitas fisik dan kesehatan lainnya yang mendukung.

Strategi promosi dan pencegahan PTM secara umum meliputi Advokasi, Bina suasana dan Pemberdayaan masyarakat. Di Tingkat Pusat lebih banyak dilakukan pada advokasi dan bina suasana. Sedangkan di tingkat kabupaten/Kota lebih ditekankan pada pemberdayaan masyarakat? 3 (tiga) strategi untuk semua hanya materinya beda. Ingat otonomi daerah, sosial budaya, local spesifik dsb.
  • Mendorong dan memfasilitasi adanya kebijakan public berwawasan kesehatan yang mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan PTM.
  • Mendorong dan memfasilitasi berfungsinya jaringan kerjasama antar institusi penyelenggara promosi dan mitra potensi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan PTM.
  • Meningkatkan peran aktif tenaga promosi kesehatan di dalam upaya penanggulangan PTM secara komprehensif baik dalam upaya promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif di masing-masing institusi pelayanan.
  • Meningkatkan Kapasitas tenaga profesional bidang promosi kesehatan baik di pusat maupun daerah khususnya dalam pencegahan dan penanggulangan PTM.
  • Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pemeliharaan kesehatan mandiri masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan PTM.
  • Melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pemecahan masalah PTM yang dihadapi untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dan lingkungannya dalam pencegahan dan penanggulangan PTM.
  • Mengembangkan daerah kajian teknologi promosi kesehatan tepat guna dalam penanggulangan PTM.
Indikator
Untuk mengetahui sampai seberapa jauh keberhasilan pelaksanaan strategi penanggulangan PTM, ada beberapa patokan yang dapat dipergunakan untuk monitoring dan evaluasi melalui system pencatatan dan pelaporan kegiatan pencegahan dan penanggulangan PTM.

Indikator keberhasilan strategi promosi dan pencegahan PTM yaitu :

Indikator Umum
  • Menurunnya angka kematian (mortalitas) penderita PTM utama.
  • Menurunnya angka kesakitan (morbiditas) penderita PTM utama.
  • Menurunnya angka kecacatan (disabilitas) penderita PTM utama.
  • Menurunnya angka faktor risiko bersama PTM utama.
Indikator Khusus
  • Penurunan 3 faktor risiko utama PTM (merokok, kurang aktifitas fisik dan konsumsi rendah serat).
  • Penurunan proporsi penduduk yang mengalami obesitas, penyalahgunaan alcohol dan BBLR.
  • Peningkatan kebijakan dan regulasi lintas sector yang mendukung penanggulangan PTM.
  • Peningkatan bina suasana melalui kemitraan dalam pemberdayaan potensi masyarakat.
  • Tersedianya model-model intervensi yang efektif dalam promosi dan pencegahan PTM.
  • Peningkatan pelaksanaan promosi dan pencegahan di institusi pelayanan.

5 Tips Penyiapan Makanan yang Sehat dan Aman

1. Jaga Kebersihan
  • Cuci tangan dengan air bersih sebelum dan sesudah penyiapan makanan.
  • Cuci tangan dengan air bersih setelah buang air besar dan kecil.
  • Cuci dengan bersih peralatan yang akan digunakan untuk penyiapan makanan.
  • Jaga selalu kebersihan dapur dan lindungi makanan dari serangga, tikus dan hewan lainnya.
   Mengapa?
Walaupun banyak bakteri yang tidak menyebabkan penyakit, namun bakteri berbahaya dapat ditemukan di tanah, air, hewan dan manusia. Bakteri ini dapat terbawa oleh tangan, kain pembersih dan peralatan dapur khususnya papan pemotong makanan yang secara tidak sengaja dapat menyebabkan tercemarnya makanan.

 2. Pisahkan bahan makanan mentah dengan makanan matang
  • Pisahkan bahan makanan mentah seperti daging, unggas dan makanan laut dari makanan yang sudah matang.
  • Gunakan peralatan dapur seperti pisau dan papan pemotong yang berbeda untuk makanan yang mentah dengan makanan yang sudah matang.
  • Simpan makanan dalam wadah terpisah untuk menghindari makanan mentah bersinggungan dengan makanan yang sudah matang.
    Mengapa?
Cairan dan lendir yang terdapat pada bahan makanan mentah seperti daging, unggas dan makanan laut mengandung bakteri yang berbahaya. Bakteri tersebut dapat mencemari makanan lain selama proses penyiapan dan penyimpanan makanan.

3. Memasak dengan benar
  • Pastikan makanan dimasak dengan matang, terutama daging, unggas, telur dan makanan laut.
  • Rebuslah makanan yang berkuah sampai mendidih. 
  • Untuk daging dan unggas, pastikan air rebusan terlihat jernih dan bukan berwarna merah muda.
  • Panaskan makanan yang telah dimasak, sebelum dikonsumsi kembali 
   Mengapa?
Memasak makanan dengan benar dapat membunuh bakteri berbahaya. Penelitian telah
menunjukkan bahwa makanan yang dimasak sampai suhu 70°C aman untuk dikonsumsi.
Makanan yang menggunakan daging cingcang, ayam panggang, harus benar-benar matang
sebelum dimakan.
 4. Simpan makanan pada suhu yang aman
  • Jangan biarkan makanan disimpan dalam suhu kamar lebih dari 2 jam
  • Simpan makanan yang telah dimasak dan makanan yang cepat rusak pada lemari pendingin (suhu dibawah 5 ° C).
  • Segera hidangkan makanan yang telah dimasak.
  • Jangan terlalu lama menyimpan makanan dalam lemaripen dingin.
  • Jangan biarkan makanan beku mencair pada suhu kamar.
   Mengapa?
Bakteri dapat berkembang biak dua kali lebih cepat pada suhu kamar. Dengan mempertahankan suhu dibawah 5°C atau diatas 60°C, perkembangan bakteri dapat diperlambat atau berhenti, walaupun masih ada bakteri yang berkembang biak dibawah suhu 5°C.

5. Gunakan air bersih dan bahan makanan mentah yang segar
  • Gunakan air bersih.
  • Pilih bahan makanan mentah yang masih segar.
  • Pilihlah bahan makanan yang telah diproses, contohnya susu pasteurisasi.
  • Cuci buah-buahan dan sayuran sebelum dimakan, terutama bila dimakan mentah.
  • Hindari bahan makanan yang sudah kadaluarsa.

 Mengapa?
Bahan makanan mentah, termasuk air dan es, dapat tercemar oleh bakteri dan bahan kimia berbahaya. Racun kimiawi dapat dihasilkan melalui bahan makanan yang sudah rusak dan kadaluarsa. Lakukan langkah-langkah mudah seperti mencuci makanan dan mengupas kulit buah-buahan untuk mengurangi resiko tercemarnya makanan dari bakteri.

Selasa, 07 Juni 2011

Kegiatan Dokter Kecil

Siak Sri Indrapura (Blog).Tanggal 26 Mei 2011 Puskesmas Siak Memberikan Pelatihan Dokter Kecil kepada Anak Sekolah Dasar yang ada di Wilayah Kerja Puskemas Siak. Pelatihan Dokter kecil merupakan salah satu program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang ada di Puskesmas siak, Pelatihan ini dihadiri oleh 36 peserta (utusan masing-masing sekolah sebanyak 6 orang). Pelatihan Dokter Kecil ini dimulai pukul 09.30 dan berakhir pukul 13.30. Peserta Pelatihan Mendapatkan Materi Pelatiahan Dokter Kecil Berupa: 
  1. Kesehatan Lingkungan Sekolah Oleh Hayatin Nisra, SKM
  2. P3K oleh Dr, Yoldi Harka.N
  3. Gizi Anak Sekolah oleh Mira Elviliana, SKM
  4. Kesehatan Gigi oleh drg. Siti Rofiah

 Pelatihan Dokter Kecil oleh pemegang Progran UKS Meilu Revwida,SKM

Sambutan Dari Kepala Puskesmas Siak Yang diwakili oleh drg. Siti Rofiah
 Peserta Pelatihan Dokter Kecil

Materi Kesehatan Lingkungan disampaikan Oleh Petugas Sanitasi Puskesmas Siak (Hayatin Nisra, SKM)

Materi P3K di sampaikan Oleh dr. Yoldi Harka. N

Peserta Pelatihan mengikuti Pelatihan dengan Khitmad

Ice Breaking Oleh Petugas Puskesmas Siak 

Materi Gizi Oleh Petugas Gizi Puskesmas Siak Mira Elviliana,SKM

Materi Kesehatan Gigi oleh drg. Siti Rofiah

Pelatihan Cara Pengisian KMS anak Sekolah oleh drg. Siti Rofiah

Peserta Bersalamam dengan Petugas Puskesmas setelah Mengikuti Pelatihan